Tipe Bug pada Software Testing

Bagikan

Setelah kita belajar bagaimana cara mengklasifikasi bug pada artikel Tingkatan Bug Dalam Aplikasi

Ketika menemukan bug, kita perlu untuk mengetahui tipe dari bug tersebut. Dengan menentukan tipe bug, kita dapat dengan mudah untuk memilah bug mana yang membutuhkan tindakan dengan cepat yang tidak akan menghambat fungsionalitas kerja dengan bug yang dapat diperbaiki di lain waktu.

Untuk menggolongkan bug dapat dibagi menjadi 2 parameter utama, yaitu:

  • Bug Severity, bug berdasarkan tingkat keparahan
  • Bug Priority, bug berdasarkan tingkat prioritas

Berdasarkan Tingkat Keparahan (Severity)

Bug dengan tingkat keparahan (severity) didefinisikan oleh QA/tester. Tingkat keparahan menentukan seberapa besar bug dapat berdampak pada sistem. Bug berdasarkan severity dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

Critical

Bug yang memblokir sistem secara keseluruhan dan mengakibatkan sistem tidak dapat digunakan karena fungsionalitas sistem menjadi terhenti. Bug ini harus segera dilakukan perbaikan, karena jika tidak fungsionalitas kerja menjadi terhenti total atau tidak dapat dilanjutkan.

Contoh:

  • Login yang gagal, yang mana memberikan pesan server error setelah klik tombol Login
  • Melakukan submit data pendaftaran yang menampilkan pesan error

Major

Bug yang dikatakan major yaitu ketika fungsionalitas pada sebuah fitur tidak sesuai dengan kebutuhan, namun fungsionalitas fitur lain tetap dapat berjalan dan tidak terganggu.

Contoh:

Pada aplikasi pembelian buku online, untuk fitur pembelian buku hanya dapat melakukan pembelian 1 judul buku saja.

Seharusnya fungsionalitas fitur pembelian buku yaitu dapat melakukan pembelian buku lebih dari 1 judul buku.

Minor

Bug yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau ekspektasi, dan bug tersebut tidak berpengaruh terhadap fungsionalitas dan sistem tetap dapat melakukan fungsi utamanya.

Contoh:

Pada saat melakukan pendaftaran terdapat link Terms & Condition. Ketika klik Terms & Conditions tidak direct ke link halaman Terms & Condition.

Low

Bug yang tidak berhubungan dengan fungsionalitas misalnya tulisan label, warna, atau hal lain yang berhubungan dengan tampilan dan penggunaan sistem.

Contoh:

– Salah penulisan Register yaitu Registre

– Warna tombol

Berdasarkan Prioritasnya (Priority)

Prioritas bug digunakan untuk mengetahui bug mana yang harus diperbaiki dulu. Prioritas bug didefiniskan oeh product manager. Prioritas bug dibagi menjadi empat prioritas, yaitu:

Urgent

Bug yang harus segera diperbaiki dalam waktu 24 jam.

Bug yang masuk ke prioritas ini yaitu bug yang menyebabkan fungsionalitas sistem terblokir, tidak dapat digunakan jika tidak diperbaiki (critical bug).

Namun, bug yang tidak mengganggu fungsionalitas juga dapat masuk ke prioritas ini, contohnya tulisan nama perusahan yang salah, walau tidak mengganggu fungsionalitas tetapi akan mengganggu proses bisnis dan ini termasuk kesalahan yang fatal.

High-priority

Bug dengan prioritas ini yaitu bug yang fungsionalitasnya tidak berjalan sesuai dengan kebutuhan namun aplikasi tetap dapat berjalan.

Bug ini akan diperbaiki setelah urgent bug sudah dikerjakan, dan bug dengan high-priority harus diperbaiki sebelum sistem dirilis.

Contohnya, kesalahan sistem ketika user berhasil login namun tidak diarahkan ke halaman dashboard tetapi diarahkannya ke halaman lain.

Medium-priority

Bug perlu dipertimbangkan untuk diperbaiki karena dapat menimbulkan masalah fungsionalitas tertentu dan mengakibatkan sistem tidak berjalan secara semestinya. Bug ini dapat diperbaiki pada rilis berikutnya. Contohnya adalah menampilkan hasil pencarian yang benar tetapi formatnya salah pada browser tertentu.

Low-priority

Bug yang tidak perlu diperbaiki segera untuk memenuhi output yang diinginkan. Bug ini biasanya seperti pada penyempurnaan UI. Bug ini dapat diperbaiki di rilis berikutnya. Contohnya, penyempurnaan tampilan text yang harus di wrap text agar mudah untuk dibaca.

 

Semoga artikel ini bermanfaat yaaa!

Subscribe & Dapatkan Info Lainnya

WEBZID DEVELOPER

Berita Terkait