How to become a front-end developer!

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Front End Developer adalah seseorang yang bertugas untuk mengembangkan interface sebuah website.

Nah kali ini, kita akan belajar menemukan 10 tips tentang cara menjadi developer front-end!

Front-end development skills needed

Saat memulai di front-end, kamu mungkin tidak yakin harus mulai dari mana. Ada begitu banyak pilihan yang tersedia tidak hanya dari segi bahasa pemrograman, tetapi juga mengenai alat, kerangka kerja, dan teknologi.

“Front-end development is like an ocean. You happen to have a ship, but no map. First learn the shallow waters, then go deep.”

1. Pelajari HTML & CSS

Mengapa pelajari HTML & CSS itu penting? Karena itu merupakan dasar.

Ada berbagai macam kursus online yang tersedia tentang cara memulai HTML dan CSS. Hal pertama yang utama adalah mencoba latihan-latihan ataupun kursus online.

Mendaftarlah di kursus online seperti Coursera atau Team Treehouse. 

Rekomendasi selanjutnya yaitu mencoba mengembangkan beberapa elemen UI kecil untuk melatih keterampilan HTML & CSS yang baru kamu pelajari. Codepen.io adalah tempat yang bagu untuk menjelajahi proyek orang lain dan berpartisipasi dalam komunitas di sana.

2. Mencoba membangun sesuatu.

Bermain-main dengan elemen UI (kecil) adalah satu hal. 

Membuat halaman arahan atau situs web yang sebenarnya adalah sesuatu yang berbeda. Pada titik tertentu, kamu akhirnya akan mulai menggunakan cuplikan JavaScript.

Jangan lupa untuk men challenge diri sendiri dengan membangun elemen responsif pertama.

So there’s only one way to becoming better at what you’re doing: Keep learning, keep building.

3. Membaca, membaca, membaca

Saya kira tidak ada jalan lain. Percaya atau tidak. Keterampilan membacamu juga sangat mempengaruhi jalan untuk menjadi pengembang front-end yang hebat.

Terutama saat memulai, ada banyak bacaan yang diperlukan. Mengapa?

Pada awalnya kamu mungkin akan membaca banyak artikel, panduan, dan manual tentang cara melakukan berbagai hal. Kamu juga akan mulai membaca kode orang lain.

4. Ada lebih banyak pengembangan front-end daripada membangun situs web

Jika kamu sudah mengikuti tips dari 1 hingga 3, kamu mungkin telah menyelesaikan kursus atau telah membaca banyak tutorial dan sekarang dapat membuat sebuah situs web.

Namun, itu tidak sama dengan menjadi “pengembang front-end”. Mengetahui cara membangun situs web adalah bagian yang sangat kecil dari teka-teki front-end.

Saya minta maaf jika kedengarannya menurunkan motivasi. Tapi sebenarnya itulah masalahnya.

Ada banyak sekali topik yang masih harus kamu pelajari. 

Jika kamu mempertimbangkan kinerja, pengujian, QA, dan banyak area lainnya, maka kamu benar-benar perlu menjadi penyelam yang mendalam sebagai pengembang front-end.

5. Ketahui tools yang akan kamu gunakan

Kamu perlu memutuskan perangkat apa yang kamu gunakan dan layanan yang kamu butuhkan. 

Mempelajari tentang opsi perkakas yang berbeda adalah hal yang penting. Alat-alat hebat akan membantu kamu meningkatkan dan mengotomatiskan alur kerja pengembangan front-end mu.

Salah satu tools itu pasti akan menjadi alat pengembang Chrome. Mengapa?

Karena kamu dapat bermain dengan HTML, CSS dan JavaScript secara real-time dan ini akan memberimu umpan balik langsung yang kamu butuhkan untuk belajar dengan cepat.

Selain itu, node, npm, bower, dan banyak lagi alat canggih lainnya tersedia untuk memfasilitasi pekerjaan harian mu. 

 

Kamu harus memiliki kesabaran untuk bisa menjadi front end developer. Dan tentunya banyak banyak berlatih. Semoga artikel ini bermanfaat yaa!

Subscribe & Dapatkan Info Lainnya

WEBZID DEVELOPER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait